Holly Natasha

AI TUTORIAL

PANDUAN FABLE 5: 5 USE CASE + PROMPT

July 6, 2026 · 9 min read

Model paling canggih dari Claude, context 1 juta token. Kuota gratis Pro/Max/Team 50% cuma sampai 7 Juli. Ini 5 use case + prompt copy-paste yang detail biar kamu manfaatin sebelum ditutup.

Fable 5 itu model paling canggih sekaligus paling efisien dari Claude. Kuota gratisnya cuma sampai 7 Juli, jadi ini panduan biar kamu langsung bisa manfaatin sebelum window-nya ditutup.

Semua prompt di bawah tinggal copy-paste. Aku sengaja bikin panjang dan detail, karena Fable 5 itu makin bagus kalau kamu kasih brief yang jelas. Ganti bagian [dalam kurung] sesuai kebutuhan kamu.

Fable 5 kebuka — 5 use case worth dicoba
Fable 5, 1 juta token context. Window gratisnya sampai 7 Juli.

Apa itu Fable 5?

Model paling canggih dari Claude, context-nya 1 juta token, jadi sekali jalan dia sanggup pegang seluruh proyek atau dokumen tebel sekaligus. Sempet ditarik paksa pemerintah AS karena kelewat jago, terus balik lagi 1 Juli dengan pengaman jauh lebih ketat.

Satu hal yang harus kamu inget: sekali jalan Fable 5 makan token berkali lipat dari Opus. Jadi dia bukan buat dipake asal-asalan — simpen buat kerjaan paling berat.

Apa itu Fable 5 — 1 juta token context
1 juta token = seluruh proyek atau dokumen tebel kebaca sekali jalan.

Cara aktifin (2 menit)

Buka Claude, pilih Fable 5 sebagai model. Tersedia buat plan Pro, Max, sama Team.

Inget window-nya: 50% kuota Fable 5 gratis sampai 7 Juli. Lewat itu jalan lewat usage credit (harga API-nya kira-kira 2x Opus 4.8).

Catatan penting: kalau pengamannya ke-trigger pas task sensitif, dia bakal auto-pindah ke Opus 4.8 dan ngasih tau kamu. Jadi jangan kaget kalau tengah jalan modelnya ganti sendiri.

Harga dan window gratis Fable 5
Gratis 50% sampai 7 Juli. Setelah itu lewat usage credit.

Aturan emas: kapan pake, kapan jangan

Karena token-nya boros, pakai Fable 5 dengan disiplin.

PAKE buat: kerjaan paling berat, task besar sekali jalan, riset mendalam — yang biasanya makan kamu berhari-hari.

BALIK ke Opus atau Sonnet buat: chat cepet, draft pendek, nulis fungsi kecil. Itu lebih hemat.

Dan selalu mulai dari brief yang jelas. Tiap bolak-balik itu sama dengan token kebakar.

Aturan emas Fable 5 — kapan pake kapan jangan
Pake buat yang berat. Task ringan balik ke Opus/Sonnet.

1. Bikin app berbayar jadi versi lokal

Arahin Fable ke app langganan (misalnya app streaming kayak Netflix), suruh dia riset arsitekturnya, terus rebuild versi kamu sendiri yang jalan lokal di device.

Prompt pendek di carousel cuma gist-nya. Ini versi panjang yang aku pake — makin detail brief-nya, makin sekali jadi hasilnya.

Kamu aku posisiin sebagai senior full-stack engineer sekaligus product
architect. Aku mau kamu kerjain ini sebagai satu proyek utuh, bukan
tanya-jawab. Jalan sampe selesai, jangan berhenti di tengah buat nanya
hal kecil — kumpulin semua pertanyaan di awal aja.

TARGET: [app langganan, mis. Netflix]
TUJUAN AKHIR: aku punya versi lokal-ku sendiri yang jalan 100% di device,
tanpa langganan, tanpa server berbayar, tanpa akun.

FASE 1 — RISET ARSITEKTUR
Bedah [app target] dari sisi:
- Fitur inti (yang bikin orang mau bayar), pisahin dari fitur pinggiran.
- Data model utama: entitas apa aja, relasinya gimana (mis. User,
  Profile, Title, Episode, Watchlist, Progress).
- Flow utama end-to-end: dari buka app, browse, mulai nonton, sampe
  lanjut nonton di device lain.
- Stack yang masuk akal buat versi lokal (bukan nebak stack asli mereka).

FASE 2 — BANGUN VERSI LOKAL-KU
Pakai /goal buat set target: app yang jalan sepenuhnya di localhost.
- Frontend: [React / Next.js / pilihan kamu], responsive, dark mode.
- Backend: lokal (mis. Node + SQLite / file JSON), no cloud.
- Sample data: minimal 20 judul dummy + thumbnail placeholder, 2 profil,
  1 watchlist, progress nonton yang kesimpen.
- Fitur minimal yang harus jalan: browse by kategori, search, halaman
  detail, "lanjut nonton", tandai favorit.

YANG HARUS KAMU KASIH KE AKU
1. File structure lengkap (tree) + penjelasan singkat tiap folder.
2. Semua file code yang dibutuhin, komplit, siap jalan.
3. Cara jalaninnya di localhost step-by-step (install, seed data, run).
4. Daftar hal yang SENGAJA aku skip biar tetap ringan, plus 3 ide
   pengembangan lanjutan kalau nanti mau serius.

ATURAN
- Kalau ada assumption yang kamu butuh, tanya SEKARANG sebelum mulai.
- Jangan pura-pura punya akses ke kode asli app target. Semua berdasar
  arsitektur umum yang wajar.
- Prioritasin "bisa jalan" di atas "fitur lengkap".
Use case 1 — bikin app streaming versi lokal
Riset arsitektur dulu, terus /goal buat rebuild versi lokal kamu.

2. Riset mendalam selevel dosen PhD

Fable nyebar sub-agent paralel, tiap agent ngedalemin satu sudut, terus digabung jadi satu laporan yang udah di-cross-check plus sumbernya.

Kunci prompt ini: kamu minta dia PECAH dulu jadi beberapa sub-agent, baru gabung. Jangan biarin dia jawab dari satu sudut doang.

Kamu aku posisiin sebagai research lead yang mimpin tim peneliti PhD.
Aku mau riset selevel akademik beneran soal:

TOPIK: [tulis topik kamu selengkap mungkin, plus kenapa kamu butuh ini]

CARA KERJA (WAJIB)
1. Pecah topik ini jadi 4-6 sudut/angle yang beda dan saling melengkapi
   (mis. sudut historis, data/statistik, sudut kritik/kontra, sudut
   praktis/aplikasi, sudut tren terbaru). Kasih aku daftar angle-nya dulu.
2. Perlakuin tiap angle kayak dikerjain sub-agent terpisah yang fokus
   dalem, bukan permukaan. Tiap angle harus punya bukti sendiri.
3. Setelah semua angle selesai, CROSS-CHECK antar temuan: mana yang
   saling nguatin, mana yang saling bertentangan. Bahas kontradiksinya,
   jangan disembunyiin.

OUTPUT AKHIR (SATU LAPORAN)
- Ringkasan eksekutif 5 kalimat.
- 5 temuan utama. Tiap temuan WAJIB disertai angka/bukti konkret +
  sumbernya, bukan klaim umum.
- 3 argumen tandingan (counter-argument) yang paling kuat terhadap
  temuan di atas.
- 1 gap yang belum kejawab / yang masih jadi perdebatan terbuka.
- Daftar sumber lengkap di akhir.

ATURAN KEJUJURAN
- Tandain SETIAP klaim yang confidence-nya rendah dengan label
  [CONFIDENCE RENDAH] dan jelasin kenapa.
- Kalau kamu ga nemu sumber yang kredibel buat suatu klaim, bilang
  "belum ada sumber kuat" — JANGAN ngarang sumber, judul paper, atau
  angka. Ini aturan paling penting.
- Bedain jelas antara fakta yang ada datanya vs interpretasi kamu.
Use case 2 — riset mendalam selevel PhD
Sub-agent paralel, tiap agent dalemin satu sudut, terus di-cross-check.

3. Bedah laporan keuangan jadi keputusan

Kasih laporan tebel, suruh dia jangan cuma ambil angka. Context 1M-nya baca semua sekaligus, nemuin pola, dan nunjuk keputusan yang harus kamu ambil.

Ini use case di mana 1 juta token bener-bener kepake: kamu bisa lempar laporan ratusan halaman sekali jalan.

Kamu aku posisiin sebagai CFO sekaligus analis keuangan senior. Aku
lampirin/paste laporan keuangan di bawah. Jangan cuma ekstrak angka —
baca SEMUANYA sampe habis, cari cerita di balik angkanya.

LAPORAN: [perusahaan / periode, mis. "Haru Studio, Q1-Q2 2026"]
KONTEKS AKU: [posisi kamu + keputusan apa yang lagi kamu timbang]

YANG HARUS KAMU LAKUIN
1. Baca seluruh dokumen, termasuk catatan kaki dan bagian yang
   gampang dilewatin. Sering red flag ngumpet di situ.
2. Identifikasi pola penting antar periode: apa yang naik, apa yang
   turun, dan APA PENYEBABNYA (bukan cuma "revenue naik 10%").
3. Tandai anomali / red flag: margin aneh, cash flow ga cocok sama
   profit, beban yang lonjak, piutang numpuk, dsb.
4. Kasih 3 keputusan konkret yang harus aku ambil, masing-masing
   dengan reasoning + trade-off + risiko kalau salah ambil.

FORMAT OUTPUT
- 1 tabel ringkas: metrik kunci (Revenue, Gross/Net Margin, Cash Flow,
  Burn/Runway kalau relevan) dibanding antar periode + arah tren.
- Ringkasan eksekutif tepat 5 kalimat, bahasa manusia bukan jargon.
- Bagian "3 keputusan" dalam bentuk list dengan reasoning tiap poin.

ATURAN
- Kalau ada angka yang kelihatan ga konsisten antar bagian, FLAG,
  jangan diem-diem dirata-ratain.
- Kalau ada data penting yang ga ada di laporan buat ngambil keputusan,
  bilang "butuh data X" — jangan diisi tebakan.
Use case 3 — bedah laporan keuangan
Baca semua sekaligus, tarik pola, tunjuk keputusan yang harus diambil.

4. Bikin financial model lebih ngebut

Di kerjaan spreadsheet, Fable ngalahin Opus (sekitar 25-30% lebih cepet). Kasih data mentahmu, dia bangun modelnya lengkap sama rumus, asumsi, dan skenario.

Yang bikin model ini beneran kepake: minta dia nulis asumsi secara EKSPLISIT. Model tanpa asumsi yang jelas itu ga bisa dipercaya.

Kamu aku posisiin sebagai financial analyst yang biasa bangun model
buat startup. Aku kasih data mentah di bawah. Bangun financial model
lengkap yang bisa aku pertanggungjawabin ke investor.

DATA: [paste spreadsheet / angka mentah kamu di sini]
BISNIS: [jenis bisnis + periode proyeksi, mis. "12 bulan ke depan"]

YANG HARUS KAMU BANGUN
1. Semua rumus yang dipake, tulis eksplisit (jangan cuma kasih hasil
   akhir). Aku harus bisa telusuri tiap angka dari mana.
2. Daftar ASUMSI yang kepake, satu per satu, dengan nilainya (mis.
   growth rate, conversion, harga rata-rata, churn, biaya per unit).
   Kalau kamu nebak sebuah asumsi, tandain "[ASUMSI — sesuaikan]".
3. 3 skenario: PESIMIS, REALISTIS, OPTIMIS. Jelasin apa yang beda di
   asumsi tiap skenario, jangan cuma kali-kali angka.

OUTPUT PER SKENARIO
- Proyeksi bulanan/periodik: Revenue, Cost, Profit, dan Margin %.
- Ringkasan angka akhir tiap skenario dalam 1 tabel perbandingan.

ANALISIS TAMBAHAN
- Sebutin 2 variabel yang PALING ngefek ke hasil (sensitivity). Kalau
  variabel itu meleset 10%, hasilnya berubah berapa?
- 1 paragraf: risiko terbesar dari model ini dan asumsi mana yang
  paling rapuh.

ATURAN
- Konsisten satuan dan periode. Kalau data mentahku ga lengkap, list
  dulu apa yang kurang sebelum ngisi asumsi.
Use case 4 — financial model lebih cepat
Data mentah masuk, keluar model lengkap: rumus, asumsi, 3 skenario.

5. Bungkus Claude Code jadi dashboard "agentic OS"

Buat yang udah sering pake Claude Code — bungkus dia jadi dashboard yang bisa diklik, kerjaan harian jadi skill sekali-klik, plus metrik yang gak keliatan di terminal.

Ini use case paling teknis. Fable cocok di sini karena dia bisa pegang arsitektur + code MVP sekali jalan tanpa kehilangan konteks.

Kamu aku posisiin sebagai staff engineer yang ahli developer tooling.
Aku mau bungkus Claude Code aku jadi dashboard "agentic OS" yang bisa
diklik. Rancang arsitekturnya, terus kasih code MVP-nya.

KONTEKS AKU
- Kerjaan harian berulang yang mau aku jadiin skill sekali-klik:
  [list 3-5 tugas kamu, mis. "generate caption", "review PR",
  "riset kompetitor", "bikin draft newsletter"].
- Aku mau nyambungin ke: [Notion / Obsidian / pilih salah satu].

YANG HARUS KAMU RANCANG
1. ARSITEKTUR: gambarin komponennya (UI dashboard, layer yang manggil
   Claude Code, penyimpanan skill, integrasi Notion/Obsidian). Jelasin
   alur data dari klik tombol sampe hasil balik + kesimpen.
2. SKILL SEKALI-KLIK: buat tiap tugas harianku jadi "skill" — satu
   tombol, input minimal, output langsung kepake. Kasih struktur
   gimana skill didefinisiin biar gampang nambah yang baru.
3. METRIK: tampilin hal yang ga keliatan di terminal — mis. berapa
   task jalan hari ini, waktu kehemat perkiraan, skill paling sering
   dipake, error terakhir.
4. INTEGRASI: cara nulis/baca ke [Notion/Obsidian] (hasil otomatis
   masuk ke sana).

DELIVERABLE
- Diagram arsitektur (teks/ASCII gpp) + penjelasan tiap komponen.
- Code MVP yang jalan: pilih stack yang paling simpel buat sekali orang
  ([mis. Next.js + route handler + local store]). Sertakan cara run.
- 1 skill contoh yang bener-bener kepasang end-to-end sebagai template.

ATURAN
- Utamain MVP yang JALAN di atas fitur lengkap. Yang belum kekerjain,
  taruh di bagian "next steps", jangan dipaksain masuk sekarang.
- Tandain bagian yang butuh API key / setup manual dari aku.
Use case 5 — dashboard agentic OS dari Claude Code
Kerjaan harian jadi skill sekali-klik, plus metrik yang ga keliatan di terminal.

Trik hemat token

Mulai dari brief yang jelas biar nggak bolak-balik — tiap bolak-balik itu token kebakar. Prompt-prompt panjang di atas justru bikin hemat, karena sekali jalan langsung jadi.

Task ringan balik ke Opus atau Sonnet. Simpen Fable 5 buat yang berat doang.

Kalau task-nya besar, minta dia rencanain dulu langkah-langkahnya, baru eksekusi — biar hasilnya sekali jadi.

Mau lebih?

Semua contoh hasil di panduan ini cuma ilustrasi ya — output aslinya bakal beda tergantung prompt sama data kamu.

Fable 5 — coba sebelum window ditutup
Window gratisnya sampai 7 Juli. Cobain use case yang paling ngena buat kamu.

Aku post breakdown AI, prompt, dan Tsinghua life tiap minggu. Kalo guide ini useful, ikutin biar dapet yang berikutnya duluan.

Follow @hollynst on Instagram

Written by Holly in Beijing. Notes get longer as I learn more. If you spot something off, find me in the footer.